Potensiometer: Memahami, Fungsi, dan Cara Kerjanya

By | 15 September 2017

Ada satu komponen elektronik yang umum digunakan, tapi tidak banyak orang yang tahu apa fungsinya. Ya, apalagi kalau tidak potensiometer. Komponen yang satu ini sering dijumpai pada berbagai macam peralatan elektronik seperti radio, walkie talkie, DVD player, hingga tape recorder.

Tidak hanya itu, komponen potensiometer juga sering digunakan dalam berbagai jenis perangkat kontrol tingkat kecerahan alias dimmer, ke adaptor atau power supply. Pertanyaan besar sebanyak apa itu potensiometer, bagaimana prinsip kerja, dan apa fungsinya? Mari kita diskusikan bersama.

Memahami Potensiometer
Potensiometer adalah komponen elektronik yang sebenarnya termasuk satu jenis resistor. Ya, sebuah potensiometer adalah tipe resistor yang nilai resistannya bisa disesuaikan seperti yang diinginkan (variable resistor). Secara struktural, potensiometer terdiri dari tiga kaki dan tuas yang bertindak sebagai pengatur.

Simbol / Simbol Potensiometer

Fungsi Potensiometer
Fungsi utama dari potensiometer sebenarnya adalah menghasilkan nilai resistansi yang bervariasi sesuai dengan nilai yang diinginkan. Cara mengatur nilai resistansi adalah memutar tuas kontrol. Namun, ketika dibalik dalam berbagai macam elektronika, potensiometer juga berfungsi sebagai:

Pembagi tegangan
Kontrol volume pada perangkat audio seperti amplifier
Penerapan switch TRIAC
Regulator tegangan di sirkuit adaptor atau catu daya
Pengontrol tingkat sinyal
Joystick pada transduser
Juga baca: Memahami, Fungsi, dan Kind Thread Thyristor
Bagaimana Potensiometer Bekerja
Potensiometer terdiri dari elemen resistif yang membentuk jalur dengan terminal yang terletak di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya ada di tengah sebagai tuas atau penyapu untuk menentukan pergerakan jalur elemen resistif yang dapat mempengaruhi naik turunnya nilai resistansi.

Unsur resistif yang ada pada komponen potensiometer umumnya terbuat dari campuran logam dan keramik atau karbon. Jika potensiometer hanya digunakan 2 kaki (1 ujung dan 1 sweeper), maka bisa berfungsi sebagai resistor variabel atau rheostat. Tapi kalau itu digunakan 3 kaki, maka kaki lainnya berfungsi sebagai sinyal output V out.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *