Memahami Termokopel, Prinsip Kerja, dan Jenis Jenis

By | 15 September 2017

Dilihat dari sejarahnya, termokopel pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan atau lebih tepatnya seorang dokter Estonia. Fisikawan ini bernama Thomas Johann Seebeck. Termokopel pertama kali ditemukan pada tahun 1821 dengan eksperimen logam induktor.

Dalam percobaan ini, logam konduktor adalah gradien dalam perbedaan panas, dan kemudian menghasilkan tegangan listrik. Perbedaan voltase listrik yang timbul antara kedua persimpangan disebut efek Seeback. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang termokopel atau termokopel.

Memahami termokopel
Termokopel adalah salah satu jenis sensor suhu yang berfungsi untuk mendeteksi atau mengukur suhu melalui dua jenis konduktor logam. Dua jenis konduktor logam digabungkan menjadi satu melalui ujungnya sehingga menghasilkan efek yang disebut Thermo-electric.

Seiring berjalannya waktu, termokopel menjadi populer dan banyak digunakan dalam berbagai perangkat elektronik atau listrik yang terkait dengan suhu. Ada satu alasan mengapa termokopel dipilih dibandingkan dengan sensor suhu lainnya, yaitu karena responnya yang cepat terhadap perubahan suhu.

Selain itu termokopel juga memiliki rentang suhu operasi yang lebar, mulai dari -200 derajat Celcius hingga 2.000 derajat celcius. Keuntungan lain yang dimiliki oleh termokopel tahan terhadap shock atau getaran, dan mudah digunakan untuk pemula sekalipun.

Prinsip Kerja Termokopel
Prinsip kerja termokopel ini cukup sederhana. Termokopel memiliki dua jenis kabel logam dari berbagai konduktor yang digabungkan dengan ujungnya. Satu logam berfungsi sebagai referensi dengan suhu konstan (tetap), dan logam lainnya berfungsi untuk mendeteksi suhu panas. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar berikut.

Dari gambar tersebut terlihat persimpangan persimpangan yang memiliki suhu yang sama. Oleh karena itu beda potensial atau tegangan listrik yang ada pada persimpangan adalah nol (V1 = V2). Tapi bila persimpangan diberi suhu panas, maka ada perbedaan suhu antara persimpangan atau bisa dikatakan muncul tegangan listrik.

Nilai beda potensial atau tegangan listrik yang dihasilkan sebanding dengan suhu atau panas yang diterima logam (V1 – V2). Jumlah voltase listrik yang nampak berkisar antara 1 μV hingga 70μV per derajat celciusnya. Jumlah voltase yang dihasilkan kemudian diubah menjadi ukuran yang dapat dimengerti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *