Memahami Motor DC, Fungsi, dan Prinsip Kerja

By | 15 September 2017

Ada banyak jenis motor listrik. Dari sekian jenis motor listrik terbagi menjadi dua kategori, yang pertama adalah motor AC dan yang kedua adalah motor DC. Nah, pada kesempatan yang sangat bagus ini situs learnelektronika.net akan mengajak kalian semua melihat lebih banyak info tentang apa itu motor DC.

Memahami Motor DC
Motor DC merupakan salah satu alat yang bisa mengubah energi listrik menjadi energi gerak dalam bentuk rotasi. Di motor DC, energi listrik yang digunakan adalah energi listrik dengan arus searah atau juga biasa dikenal dengan nama listrik DC. Karena itu, motor DC juga sering disebut dengan nama motor arus searah.

Agar bisa bekerja, motor DC membutuhkan suplai tegangan DC yang setara dengan tegangan DC yang terhubung melalui dua terminal. Motor DC bekerja dengan menghasilkan putaran per menit atau juga biasa dikenal dengan RPM. Motor DC bisa berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam.

Untuk membalikkan arah rotasi, cukup membalikkan polaritas listrik. Umumnya motor DC membutuhkan voltase antara 1,5 volt hingga 24 volt. Sedangkan untuk polaritas 3000 RPM hingga 8.000 RPM tergantung spesifikasi dan voltase yang diberikan.

Semakin besar tegangan yang diberikan, semakin tinggi RPM. Dan semakin kecil tegangan yang diaplikasikan, semakin rendah RMP. Tegangan operasional minimum yang bisa diaplikasikan pada motor DC adalah 50%. Jika kurang dari 50% dari batas tegangan yang ditentukan maka motor tidak akan diputar.

Lihat juga: Definisi, Fungsi, dan Prinsip Kerja Motor Servo
Batas maksimumnya tidak lebih dari 30% dari ambang batas yang ditentukan. Jika melebihi nilai itu maka motor akan menjadi sangat panas dan bisa terbakar. Motor DC akan membutuhkan arus yang sangat kecil jika bekerja tanpa beban. Tapi saat mengerjakan sebuah beban, arus dan tenaga yang dibutuhkan bisa naik berkali-kali lipat.

Fungsi Motor DC
Seperti kita ketahui bahwa motor DC adalah satu bagian atau komponen elektronik yang sangat mudah ditemukan di pasaran. Dengan kata lain motor DC bukan komponen langka. Tak heran karena motor DC sering digunakan di berbagai jenis sirkuit dan aplikasi elektronik. Contohnya adalah sebagai berikut.

Penggerak pada robot line follower dan mobile robot lainnya
Pemain baling-baling pada kipas motor DC
Untuk memindahkan bor pada bor daya DC
Vibrator pada ponsel dan joystick
dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *