Formula Induksi Elektromagnetik Pada Induktor

By | 15 September 2017

Induksi medan listrik dihasilkan pada setiap belitan kawat ke arah yang sama. Hal ini juga disebut induksi diri. Sementara besarnya induksi medan listrik di setiap belitan kawat pada komponen induktor disebut fluks magnetik atau fluks kemagnetan.

Kekuatan medan magnet yang dihasilkan oleh medan listrik pada komponen induktor bervariasi seiring waktu. Perubahan inilah yang akhirnya menyebabkan induksi gaya gerak listrik atau singkatan GGL. Selain itu, istilah GGL juga biasa disebut dengan nama “electromotive force” atau EMF.

Induktor induktansi
Pada kesempatan ini, Learning Electronics akan berbagi info tentang induksi elektromagnetik pada komponen induktor. Seorang ilmuwan bernama Heinrich Friedrich Lenz (1804-1865) mengajukan undang-undang Lenz dimana EMF yang terjadi akan menghasilkan arus listrik yang menentang perubahan fluks magnetik.

Nilai induktansi dapat dinyatakan dalam satuan Henry (H). Komponen induktor dikatakan memiliki nilai induktansi 1 Henry ketika perubahan arus yang mengalir pada nilai 1 ampere per detik menginduksi tegangan 1 volt. Berdasarkan definisi ini dapat diambil rumus berikut.

induktor induktansi rumus

Semakin banyak gulungan yang ada pada komponen induktor, semakin besar nilai induktansi. Karena banyaknya loop pada induktor dan dibandingkan dengan nilai induktansi, rumus berikut dapat dihitung.

induktor rumus induktansi 2

Informasi:

L = induktansi (H)
N = jumlah belokan
φ = fluks magnetik (Weber / Wb)
I = arus (A)
Sedangkan koefisien induktansi sebuah induktor dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti jumlah gulungan kawat yang ada pada komponen induktor, jarak antara gulungan kawat satu sama lain, sampai inti atau inti inti. Oleh karena itu bisa diambil rumus perhitungan berikut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *