Cara Mengukur Transformer dengan Analog / Digital Multitester

By | 15 September 2017

Transformator itu sendiri atau transformator adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk meningkatkan voltase bolak-balik atau tegangan AC dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Pada kesempatan sebelumnya, belajarelektronika.net juga telah membahas banyak bahan yang berkaitan dengan perhitungan rumus transformator.

Kita bisa menemukan komponen trafo di berbagai rangkaian elektronik mulai dari yang sederhana hingga kompak seperti sirkuit power supply, amplifier, dan banyak lainnya. Dan kali ini learnelektronika.net akan mengulas bagaimana cara menggunakan trafo dengan multimeter.

Cara Mengukur Trafo
Sebenarnya teknik untuk mengukur trafo ada beberapa macam dan semuanya bisa dipakai sesuai selera. Tapi tujuannya tetap satu, untuk mengetahui apakah transformator bisa digunakan atau tidak. Selain itu, pengukuran transformator juga bisa digunakan untuk menentukan voltase (volt) dan arus (ampere).

Seperti yang kita ketahui pada transformator ada tiga bagian utama. Bagian pertama adalah koil utama. Bagian kedua adalah koil sekunder. Dan bagian ketiga adalah intinya. Akan ada beberapa transformator yang koil utamanya bercampur dengan koil sekunder.

Hal yang paling penting antara kumpara primer, sekunder, dan inti seharusnya tidak terkait langsung. Tak perlu berlama-lama lagi, ikuti langkah demi langkah bagaimana transformator menggunakan multiteter atau multimeter baik analog maupun digital.

Pertama-tama siapkan multimeter dan transformator yang ada
Setelah itu dilakukan kalibrasi multimeter terlebih dahulu
Jika Anda tidak tahu cara mengkalibrasi, cari di Google
Untuk multimeter digital tidak ada kalibrasi yang diperlukan
Setelah selesai, putar pemilih ke skala ohm x1 atau ohm x10
Sambungkan probe hitam pada keran O, dan probe merah di keran utama (110 atau 220)
Perhatikan tampilan dan kecepatan tertentu seperti 100 ohm atau yang lainnya
Semakin besar transformator, hambatan yang akan ditampilkan oleh layar akan lebih kecil
Jika jarum pada multimeter tidak bergerak, maka dipastikan trafo rusak
Langkah selanjutnya hubungkan probe hitam dengan ketuk 0
Sambungkan probe merah dengan keran sekunder (6v, 9v, 12v, dan lainnya)
Amati menampilkan jarum display sesekali 5 sampai 20 omh, trafo normal brarti
Jika kerannya tidak sama, berarti trafo rusak
Untuk memeriksa kebocoran transformator, hubungkan satu probe ke bodi atau inti besi
Sambungkan probe lain ke koil primer atau sekunder
Jika transformator dalam kondisi baik, maka jaruk tidak akan bergerak
Dan jika jarum bergerak, maka transformator dalam kondisi bocor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *