Apa itu Lampu Ballast: Fungsi dan Jenisnya

By | 15 September 2017

Nah, pada kesempatan yang sangat bagus ini, belajarelektronika.net akan mengajak kalian semua untuk belajar bersama untuk mengetahui pemberat apa itu. Sebelum itu Anda perlu tahu bahwa ada dua jenis ballast yang kita kenal sekarang. Yang pertama adalah ballast elektronik, dan yang kedua adalah ballast trafo.

Ballast elektronik adalah rangkaian kontrol yang berfungsi untuk menyalakan lampu TL (lampu fluorescent) yang memiliki efisiensi daya jauh lebih baik bila dibandingkan dengan ballast transformator. Tak heran jika saat ini banyak orang lebih suka menggunakan ballast elektronik daripada transformer pemberat.

Apa itu ballast
Sebelumnya sudah disebutkan sedikit tentang definisi pemberat, yaitu rangkaian kontrol yang memiliki fungsi menyalakan lampu TL. Anda perlu tahu bahwa ballast elektronik sebenarnya adalah pengembangan transformator pemberat. Balast elektronik yang biasa digunakan pada lampu TL memiliki beberapa bagian seperti berikut.

Kapasitor starter
Konverter DC ke AC
Rectifier
Meski sekarang banyak orang menggunakan lampu bohlam atau lampu LED, namun beberapa orang tetap memilih menggunakan lampu TL karena efisiensinya lebih baik. Tujuan dari efisiensi disini adalah perbandingan intensitas cahaya yang dihasilkan dengan tenaga listrik yang digunakan.

Selain memiliki keunggulan efisiensi yang lebih baik, namun penggunaan lampu TL dengan ballast juga memiliki beberapa kekurangan seperti ukuran yang relatif lebih besar dengan biaya yang lebih mahal. Namun seiring berjalannya waktu dan penggunaan ballast elektronik, ukurannya bisa dikurangi.

Fungsi ballast
Jadi apa sebenarnya fungsi ballast itu sendiri? Secara umum, ballast berfungsi untuk memberikan sumber tegangan AC 220 volt dari PLN untuk menyalakan lampu TL. Prinsip kerja rangkaian pemberat adalah mengubah voltase daya AC 220 volt dari PLN menjadi tegangan AC 500 sampai 800 volt dengan frekuensi 20 sampai 60 KHz.

Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, ada dua jenis ballast: ballast transformer dan electronic ballast. Balast elektronik adalah pengembangan transformator pemberat dengan beberapa komponen seperti kapasitor starter, konverter DC ke AC, dan penyearah. Berikut adalah fungsi masing-masing bagian ballast elektronik.

1. Kapasitor pemula

Dalam ballast elektronik ada bagian yang disebut starter kapasitor. Bagian ini bekerja untuk menyalakan lampu TL (neon) untuk pertama kalinya. Bagian ini sebenarnya tidak wajib, karena untuk balast elektronik frekuensi tinggi tidak memerlukan bantuan starter.

2. Konverter DC ke AC

Bagian kedua yang bisa kita temukan di ballast elektronik adalah konverter DC ke AC. Bagian satu ini memiliki fungsi pengubahan tegangan HVDC 320 volt menjadi tegangan yang lebih tinggi, yaitu AC 500 sampai 800 volt dengan frekuensi 20 sampai 60 KHz.

3. Rectifier

Yang terakhir adalah bagian yang disebut rectifier. Bagian penyearah ini memiliki fungsi pengubah voltase listrik AC 220 volt alternating dari PLN ke tegangan tinggi 320 volt DC (HVDC). Jadi fungsi penyearah ini adalah kebalikan dari fungsi konverter DC ke AC.

Juga baca: Sirkuit Lampu Hemat Energi
Jenis Ballast
Ballast elektronik memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan ballast transformator sebagai bobot yang lebih ringan, efisiensi lebih tinggi, dan tidak ada deteksi kedipan mata. Tapi tahukah Anda bahwa ballast elektronik memiliki beberapa tipe yaitu Inverter Flyback, Resonant Sumber Lancar, dan Tegangan Sumber Resonant.

1. Inverter Flyback

Jenis pemberat pertama adalah inverter flyback. Tipe yang satu ini tidak begitu populer di pasaran karena menggunakan pendekatan transien tegangan tinggi sehingga berdampak langsung pada penggunaan rangkaian tegangan tinggi. Begitu pula komponen transistor yang digunakan, juga tegangan tinggi.

2. Sumber Aktif Resonant

Yang kedua adalah jenis ballast dari resonan sumber arus. Jenis pemberat ini membutuhkan komponen tambahan dari sebuah induktor. Selain sumber arus pemberat resonan juga membutuhkan transistor tegangan tinggi, sama seperti inverter flyback. Karakteristik transistor yang digunakan harus memiliki tegangan breakdown.

3. Tegangan Sumber Resonant

Jenis pemberat lain yang sering digunakan adalah sumber tegangan yang resonan. Jenis pemberat ini memiliki spesifikasi yang lebih baik karena bisa mencegah gangguan gelombang radio. Sebenarnya setiap jenis pemberat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa di pakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *